Program CSR di Kabupaten Pohuwato, Asa Baru Swasembada Pangan Provinsi Gorontalo
Pada Jumat tanggal 23/01/2026, telah dilaksanakan kegiatan peninjauan langsung tanam pertama pada Program Cetak Sawah Baru (CSR) Kementerian Pertanian di Desa Motolohu, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato. Agenda ini dihadiri oleh Kepala Balai Besar Penerapan dan Modernisasi Pertanian Provinsi Gorontalo, Dr. Sumarni Panikkai, SP, MSi, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XIII/Merdeka, Mayjen TNI Mirza Agus, S.I.P. beserta jajarannya, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pohuwato, Forkopimda Kabupaten Pohuwato, penyuluh pertanian serta petani.
Sejak tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Pohuwato telah melaksanakan program cetak sawah baru yang bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat petani. Program cetak sawah ini merupakan hasil perjuangan Pemerintah Provinsi Gorontalo yang berhasil meyakinkan Kementerian Pertanian bahwa Pohuwato memiliki potensi lahan yang memadai dan mampu melaksanakan program tersebut.
Target program CSR di Kabupaten Pohuwato pada tahun 2026 sebesar 5.642 Ha, target triwulan pertama adalah 1.01,12 Ha dan telah terealisir 39 Ha siap tanam dengan 0,25 Ha yang telah tertanam hingga saat ini. Kepala BBRMP Gorontalo, Dr. Sumarni Panikkai, SP, MSi menyampaikan, “Program Cetak Sawah ini berbentuk ekstensifikasi lahan, proses pelaksanaannya meliputi penyusunan dokumen Survei, Investigasi, dan Desain (SID) dan dokumen lingkungan sebagai dasar pelaksanaan konstruksi. Tahapan konstruksi meliputi land clearing, land levelling, pembangunan pematang, saluran irigasi, pintu air, jalan usaha tani, hingga pengolahan tanah. Dengan pendekatan yang terencana dan melibatkan masyarakat secara langsung, Program Cetak Sawah diharapkan mampu menjadi tonggak penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan memperkuat fondasi ekonomi pedesaan secara berkelanjutan”.
Dengan inovasi dan dukungan yang berkelanjutan, program cetak sawah baru di Kabupaten Pohuwato diharapkan mampu menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di masa depan.